KETAPANG, (BPK).- Proyek berjudul-judulan pemeliharaan jalan Kabupaten milik Pemerintah yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum, pemeliharaan jalan berbentuk Aspal Hotmix produksi dari AMP (Asphalt Mixing Plant), pasalnya dalam pelaksanaannya diindikasi tidak jelas terkesan Proyek abal-abal.

Awal kegiatan pelaksanaan penghamparan AMP di lokasi tidak dibersihkan dan penyiraman princot tidak merata sebagai bahan perekat AMP. Disinyalir dalam pelaksanaan ada beberapa iteam yang dihilangkan terkesan proyek Mark-Up mengurangi mutu dan kualitas.

Tidak tau di mana Final atau berakhirnya proyek pemeliharaan jalan Kabupaten tersebut, seperti apa jenis mutu kualitas standar bahan jenis-jenis Aspal yang digunakan dalam prodak AMP, apakah AC-BC-WC. Terkesan tidak jelas proyek yang dilaksanakan PT. Wira Gemilang Sarana milik DPU tanpa ada pengawasan dari PPK sebagai pemilik Proyek.

Lantaran beberapa program Pemerintah tidak berjalan sesuai rencana, program Pemerintah Daerah disinyalir tidak jelas target anggarannya, sehingga tidak mendukung pencapaian dari tujuan dan tidak singkron dengan program atau kegiatan proyek lainnya seperti peningkatan jalan akses MTQ.

Hal itu justru memicu kesenjangan antara arah pembangunan Pemerintah Daerah dan Pusat. Menyoroti Proyek milik Pemerintah Daerah yang di kelola Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat (Kalbar).

Tidak jelas dari Volume dan Iteam proyek pekerjaan Pemeliharaan jalan Kabupaten dengan Pagu anggaran sebesar ± Rp. 8,2 Milyar, sumber aliran dana APBD TA.2022 Pelaksana PT.Wira Gemilang Sarana. Terindikasi disinyalir Proyek pemeliharaan jalan Kabupaten Ketapang adalah bentuk modus operandi proyek Penipu dan proyek Pengakal, tidak Jelas bentuk dan sifat akhir proyek tersebut. Sehingga menjadi soratan kalangan aktivis dan aliansi yang perduli bersama keuangan Negara untuk kesejahteraan masyarakat.

Tim Rajawalinews ((RN) mengkonfirmasi pekerja Proyek pemeliharaan jalan dari titik Nol di depan Makam Pahlawan dan titik 100% tidak tahu dimana dengan anggaran Rp.8,2 Milyar, dikatakan Pak X pada sabtu (06/08/22),” Titik Nol nya di Makam Pahlawan sampai kepertigaan jalan tu, panjangnya di perkirakan 800 meter, setelah ini mengerjakan jalan Gatot Subroto, tapi saya belum terima datanya lagi,” ujar X.

Pekerjaan proyek ini spood-spood, prodak AMP kita dari Manjau dari PT.Trifa Abadi, ini kegiatan Proyek DPU APBD Kabupaten Ketapang dengan ketebalan 4 cm pres. Sebelum ada open Layer, kita menanggani jalan yang parah-parah dulu, lepsting dulu (tambal-tambal),” katanya Pak X.

PPK (Pelaksana Pembuat Komitmen) sebagai pemilik proyek di bidang Bina Marga (BM) Dinas Pekerjaan Umum ‘’Herlamsyah” tidak bisa di konfirmasi, tertutup dan terselubung bersama proyek yang diindikasikan tidak jelas, disinyalir proyek kebijakan menyimpang bersama kekuasaan dan wewenang abal-abal sehingga terbitnya suatu pemberitaan apa adanya.

Terpisah disampaikan KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) Kepala Dinas PU,” Hubungi dan konfirmasi bersama PPK. Ironisnya kata-kata Kepala Dinas PU tidak diindahkan PPK dan Kabid BM, ada apa di balik kekuasaan dan wewenang dalam jabatan bersama Proyek Penipu dan Pengakal di balik proyek milik Pemerintah yang tidak jelas dari perencanaan dan akhir pelaksanaan proyek Penipu berkepentingan. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here