PURWAKARTA, (BPK).- Dinas Sosial Purwakarta Dinilai tidak memiliki rasa kemanusiaan dengan menelantarkan orang terlantar dalam kondisi sakit.

Sangat disayangkan Yuga warga Cimindi Bandung Barat yang menderita diabetes harus ditempatkan di pinggir gedung Dinsos dengan alas kardus.

Yuga pertama kali ditemukan Satpol PP, Jumat (26/11/2021) malam dan diantar ke kantor Dinsos. Karena Yuga dalam kondisi sakit, akhirnya dia dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayu Asih.

Pada Rabu (1/12/2021) sore pukul 16:00 WIB tiba-tiba Yuga datang ke  kantor Dinsos. Memang Yuga diberi makan, minum, dan pelayanan lain.

Tapi sangat disayangkan, Yuga tidak diberi tempat istirahat yang layak. Dia hanya beristirahat di luar gedung dalam sakit.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komunitas Madani Purwakarta (KMP) Zaenal Abidin sangat menyayangkan hal tersebut.

“Kami memberikan applaus terhadap Dinsos yang sudah merawat dan melayani orang terlantar di luar gedung,” katanya.

Merawat orang terlantar dalam kondisi sakit dibutuhkan perhatian khusus, terutama masalah tempat istirahat.

“Jika belum punya rumah singgah, alangkah baiknya gunanakan satu ruangan. Orang terlantar juga manusia yang wajib dilayani dengan baik,” katanya.

Salah seorang Kabid Dinsos, Teddy mengaku tidak mau menggunakan ruangannya untuk dijadikan tempat singgah orang terlantar.

“Jika ruangan saya dipakai, tidak ada ruangan buat tamu-tamu saya. Memang tidak manusiawi nyimpan dia (Yuga,-red) di luar bangunan, tapi tamu saya gimana?” ujarnya. (Vans)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here