Bos Urugan Buat Setingan Berita Sanggahan, LSM LIAR Akan Laporkan Galian Ilegal ke Bareskrim Mabes Polri.

Bekasi – Berita Pemberantas Korupsi.com

Lantaran ramainya pemberitaan terkait jual beli tanah urugan bantaran kali Citarum, bos urugan buat setingan seakan-akan masyarakat Desa Lenggahsari mendukung dan senang, dengan adanya proyek ini untuk buat berita sanggahan klarifikasi.

Beredarnya rekaman percakapan Voice Note dari seorang yang disebut-sebut sebagai bos galian di bantaran kali Citarum bernama Mardi, sudah direncanakan untuk menyanggah pemberitaan terkait galian ilegal yang berkedok Normalisasi.

Rekaman Voice Note yang didapat wartawan koranpelita.co pada Rabu 18 Agustus 2021 tersebut, diketahui percakapan bos galian yang bernama Mardi dengan salah satu oknum anak buahnya.

“Gimana bang Udin itu si Nofal soalnya saya denger orang deket juga ama bang Udin itu ini udah firal ini udah rame, udah banyak yang hubungin saya ini,”ucap bos galian Citarum Mardi melalui pesan singkat voice note WhatsApp Rabu 18/8/2021.

Besok. Lanjut voice note tersebut, orang Polres mau cek lokasi, dari pemberitaan ini udah nyampe ke Polda, Polda memerintahkan Kapolres, Polres memerintahkan timnya besok mau turun ke lokasi jam 11 san, besok kita stand by di lokasi.

“Iya makanya besok klarifikasi bang Udin perwakilan masyarakat Lenggahsari begitu, jadi tidak ada masyarakat yang dirugikan gitu loh, makanya masyarakat senang dengan adanya proyek ini, gitu bikin sanggahan, berita klarifikasi, nah kalo bisa si Nofal suruh dateng besok yang bikin berita kan dia, suruh dateng besok ke lokasi kita buktikan,”kata Mardi daram percakapan pesan Voice Note WhatsApp nya.

Jawaban yang diketahui dari anak buahnya tersebut pun menjawab dengan percakapan yang sama melalui Voice Note.

“Siap-siap mohon banget saya ngantuk banget tadi pak ngelayap dulu bentar, siap tadi Nofal sudah saya telpon dia bilang yaudah kita ketemu bang Udin, dia bilang besok siang kita ketemu di Cabang Bungin saya dapet amanat seperti itu,”jawab percakapan voice note dari seorang anak buahnya yang bernama Udin.

Menanggapi hal itu, Sekertaris Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Independen Anti Rasual (DPP LIAR), Fery Astoni akan segera melaporkan galian ilegal pemanfaatan bantaran kali Citarum untuk di perjual belikan.

“Ini sudah sangat membahayakan, jika bntaran kali Citarum di gali dan dijual tanahnya, itu sudah sangat melanggar aturan, ini kan aset milik Pemerintah atas izin siapa mereka menjual belikan tanah bantaran kali,”ujar Fery Astoni kepada koranpelita.co

Feri pun menuturkan, sebelum bantaran kali Citarum di bersihkan dan digali seperti saat ini, banyak tanaman dan tumbuhan yang bisa menahan badan sungai agar bantaran tersebut tidak terkena abrasi.

“Kalau sekarang sudah bersih dan tandus seperti saat ini, jika nanti musim penghujan dan debit air sungai Citarum naik, maka akan sangat berpotensi terjadi abrasi terhadap bantaran sungai, dan semakin lama pun akan merusak tanggul-tanggul dan mengakibatkan jebolnya tanggul penahan sungai Citarum,”tandasnya.

Dengan kejadian ini, kami akan melaporkan hal ini ke Bareskrim Mabes Polri dan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC), serta Kementerian PUPR, agar segera ditindak oknum yang mencari keuntungan pribadi dan merusak lingkungan. (SS/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here