Ketua PAC Pemuda Pancasila Tambun Utara :”Gabus Raya Harga Mati Untuk Nama Pintu Tol”

Kabupaten Bekasi || Berita Pemberantas Korupsi.com

Yang kedua kalinya Warga, Tokoh masyarakat,Karang Taruna dan berapa OKP, Ormas diantaranya Pemuda Pancasila, Jajaka Nusantara, Gibas, melakukan audensi dan aksi protes kepada pihak Waskita dan CTP TOLLWAYS di Area Pintu Tol, Srijaya Gabus, Tambun Utara pada Kamis 14/04/2022.

Ketua PAC Pemuda Pancasila Tambun Utara, Sarjan mengatakan “
“Kami menolak keras itu (nama Gerbang Tol Tambelang), dan minta diganti menjadi Gerbang Tol Gabus Raya,” tegas Ketua PAC PP Tambun Utara, Sarjan.

” Jika.memang nanti di resmikan silahkan tapi meminta jangan ada nama Tambelang, atau tidak diberikan nama sementara.atau dikosongkan saja ,jika perlu Kami sebagai warga yang membuatnya, nama Gabus Raya menjadi harga mati untuk pintu Tol yang ada wilayah Kami, yang jelas jelas asa di Kampung Gabus Desa Srijaya Kecamatan Tambun Utara, tegas Sarjan.

Dijelaskan Sarjan, sebelumnya sempat terjadi audiensi dengan Humas dari Waskita ini yang kedua kalinya

“Kami tetap menghargai proses audiensi tersebut, tapi tuntutan kami tidak berubah, yakni menggantinya dengan nama Gerbang Tol Gabus Raya. Ini harga mati bagi masyarakat Gabus,” tandas Sarjan

Sejak di bebaskan pada tahun 2005 pihak Tol tidak pernah memberikan edukasi atau sosialisasi kepada kami selaku warga dan kepada pemerintahan Desa atau kecamatan pun tidak, kalau pun ada kapan, ujar laki laki muda tampan tersebut.

” Dari hasil kesepakatan dan aspirasi Kami, Kami berharap ini menjadi catatan rekomendasi dan kami tetap selalu mengawal proses ini, sampai dikabulkan, tegas Sarjan.

Satria perwakilan dari CTP Tollways mengungkapkan , bahwa titik pintu Tol yang akan di resmikan dalam waktu dekat ini ada 2 titik penambahan sekitar 24 KM dari Tol Cibitung ke Titik Ini dan Tarumajaya nantinya akan bertemu dan nyambung dengan lajur Tol Jakarta – Cikampek, dan akan di uji coba menjelang mudik lebaran tahun 2022 ini, namun kepastian di meresmikannya Kami belum tahu, kata Satria.

” Dan pengusulan nama pintu Tol ini sudah di kaji sejak pembebasan 2005, dan terakhir tahun 2013 – 2014 juga, dan perubahan nama ini akan kami sampaikan ke Kementrian karena ini bukan wewenang Kami, ucapnya.

“Terkait waktu untuk perubahan nama ini sekitar 2 bulan tapi Kami akan tetap menyampaikan aspirasi dari waga, tukas Satria.

Dalam pantauan Awak media audensi yang ke dua tersebut di hadiri,
Danramil 01 / Tambun Mayor Chb Daya Bakir, Camat Tambun Utara Najmudin S.Ag M.ling
Perwakilan PT Wika PT, CTTP, Anggota Dewan Daerah Fraksi PKS Mustakim S.Ag, Kepala Desa Srijaya Canih Hermansyah, Babinsa Desa Srijaya Sertu Budi Antoro, Bimaspol Desa Srijaya Aiptu Larno SH, Tokoh Masyarakat HK Damin Sada
Tokoh Masyarakat Drahim Sada, Anggota Ormas Jajaka Anggota Ormas FBR, Anggota Ormas Pemuda Pancasila, Anggota Ormas Gibas, Serta Warga Desa Srijaya.(SS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here