Jakarta || Berita Pemberantas Korupsi.com

Ormas Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (GIBAS) Resort Kabupaten Bekasi menggelar unjuk rasa di halaman Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (10/01/2022).

Wakil Ketua GIBAS Resort Kabupaten Bekasi, Fery Astoni mengatakan, kedatangan GIBAS guna menyampaikan dukungan kepada KPK dalam memberantas mafia impor bawang putih.

“Kami yakin bahwa KPK masih tetap berupaya membongkar praktik suap penerbitan izin impor seperti yang terjadi pada tahun 2019,” ujar Fery kepada awak media di Halaman Gedung KPK.

Sebab itu, GIBAS mendesak KPK segera mengungkap rente impor pangan yang diduga terjadi lagi di Tahun 2021. Tidak hanya merugikan konsumen dan pengusaha, rente impor juga mengancam masa depan ketahan pangan nasional.

Menurut Fery, Rekomendasi Impor Produk Holtikultura (RIPH) dan Penerbitan Surat Persetujuan Import (S.PI) jadi ladang gratifikasi dan suap oknum pejabat pada Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementrian Pertanian (Kementan).

Tak tanggung-tanggung, angka yang sangat fantastis jika jumlah commitment fee RIPH dan S. PI mencapai Rp. 1.500/kg dikalikan dengan 600.000 ton bawang putih.

“Patgulipat kuota impor tentunya tidak lepas dari keterlibatan importir itu sendiri,” cetus Fery.

Dalam suap penerbitan surat persetujuan impor S. PI, lanjut dia, salah satu importir sebut saja ASS, diduga turut bermain dalam transaksi suap. Berdasarkan informasi yang GIBAS himpun, salah satu hotel jadi tempat transaksi suap penerbitan S. PI.

“Periksa ASS, serta semua importir yang terlibat dalam impor bawang putih tahun 2021,” tandasnya.

Menutup aksinya, Fery menegaskan bahwa Anggota GIBAS yang hadir hari ini sangat terbatas mengingat wabah covid – 19 belum sirna dari Ibu Pertiwi. Namun, aksi unjuk rasa GIBAS akan berjilid sampai KPK berhasil bongkar mafia impor bawang putih tahun 2021(SS).

LEAVE A REPLY

Please enter your name here
Please enter your comment!