PURWAKARTA, (BPK).- Ketua Komunitas Madani Purwakarta (KMP), Zaenal Abidin menilai, aksi-aksi sosial  yang selama ini dilakukan anggota DPR RI Dedi Mulyadi di Purwakarta sudah “overlap”.

Menurut Zaenal, mengatasi kesemrawutan Pasar Rebo dan Plered bukan tupoksi Dedi Mulyadi sebagai anggota DPR.

“Saya salut pa Dedi masih peduli kepada daerahnya. Tapi melampaui kewenangan jika dia memanggil SKPD terkait untuk membantunya. Jika ada kejanggalan, obrolkan dengan dinasnya. Pemda Purwakata masih memiliki bupati dan kepala dinas. Jangan di ‘open bar’ dengan adanya kamera televisi, seakan mau shooting,” ujar Zaenal, Kamis (18/11/2021).

Pria yang akrab disapa ZA ini merasa salut dan apresiasi terhadap sikap kritis mahasiswa STIE Muttaqien, Yudha yang berani mengkritisi pola Dedi Mulyadi.

“Saya merasa risih atas sikap DM. Karena setahu saya Purwakarta memilili Bupati dan kepala dinas yang membidanginya,” katanya.

Seperti diketahui, tindakan anggota DPR RI Dedi Mulyadi yang memarahi seorang mahasiswa yang memprotes aksi pembenahan akses masuk ke kawasan Stadion Purnawarman yang dijadikan konten dalam youtubenya menjasi bahan diskursus para mahasiswa.

Pasalnya, aksi memarahi mahasiswa yang bersikap kritis itu bisa menjadi fenomena bahwa di Purwakara mahasiswa tidak boleh bersikap kritis.

“Tindakan memarahi mahasiswa yang protes apalagi diviralkan di konten youtube milik DM sangat membahayakan demokrasi di Purwakarta,” kata salah seorang aktivis mahasiswa.

Adanya “pertengkaran” Dedi Mulyadi dengan mahasiswa ini membuat kreatif kalangan muda. Sebab, moment bersejarah ini dijadikan alat untuk mendapatkan cuan dengan mencetak kaos berisi kata-kata Satire.

“MAHASISWA ULAH LOBA TATANYA”

Seperti yang ramai di medsos, Yudha mahasiswa STIE Muttaqien menjadi buah bibir di medsos. Sebagai mahasiswa dan aktivis HMI yang berani menegur Dedi Mulyadi, sikapnya memicu pro dan kontra.

Di laman Facebook Kang Dedi Mulyadi ribuan nitizen menghujat Yudha. Hanya sedikit yang mendukungnya. Sementara di group Facebook Komunitas Warga Plered, Yudha disanjung-sanjung bak pahlawan. Hanya sedikit orang yang kontra dengan sikapnya.

Sementara itu, dalam akun Facebooknya, Dedi Mulyadi mengaku didatangi seorang mahasiswa yang mengaku membawa aspirasi masyarakat yang memprotes tindakannya.

“Sehari-hari, saya biasa melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan sejak lama. Sang mahasiswa memiliki argumentasi bahwa kebersihan merupakan tugas pokok dan fungsi dari Dinas Lingkungan Hidup. Saya sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dianggap tidak memiliki kewenangan untuk menginisiasi penataan lingkungan. Saya menyampaikan kepadanya bahwa apa yang saya lakukan merupakan bentuk tanggungjawab sebagai warga yang mencintai kebersihan. Itu saya lakukan dimanapun saya berada. (Vans)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here