PURWAKATA, (BPK).- Ketua Komunitas Masyarakat Purwakata (KMP), Zaenal Abidin memberikan tanggapan terkait piutang Pemda Purwakata kepada sejumlah pengusaha dalam jumlah fantastik. Yakni sebesar Rp 7 s.d 8 Miliar. Zaenal menilai kasuistik ini menarik dan layak mendapat atensi.

Hal tersebut diungkapkan Ketua KMP, Zaenal Abidin, Minggu (4/4/2021).

“Permasalahan ini harus diusut tuntas ke ranah hukum. Sebab, jumlah piutang pemda tidak sedikit. Kami dari KMP siap mengawal kasus ini sampai tuntas,” ujarnya.

Seperti ramai diberitakan, sejumlah pengusaha yang sudah berkontribusi terhadap pemerintahan di masa Bupati Dedi Mulyadi mempertanyakan tanggung jawab pemerintahan Bupati Anne Ratna Mustika dalam menyelesaikan masalah hutang terhadap pengusaha yang yang mencapai sekitar Rp 7 s.d 8 miliar.

Hutang terhadap para pengusaha berlangsung sejak empat tahun yang lalu, namun hingga sekarang Pemkab Purwakarta sepertinya enggan membayarnya. Padahal peminjaman tersebut dipergunakan untuk kepentingan pemerintahan daerah.

“Saya sudah berkontribusi kepada Pemkab Purwakarta melalui Bagian Umum Setda Purwakarta dengan nilai nominal lebih dari Rp 800 juta. Namun Kabag sekarang yang dijabat Tintin tidak mau menyelesaikannya dengan alasan perintah Bupati Anne Ratna Mustika untuk tidak membayarkan hutang bekas suaminya yang dulu menjabat Bupati Purwakarta,” kata seorang pengusaha.

Ia mengakui sewaktu Kabag Umum dijabat Dian Herdiana, para pengusaha yang sudah berkontribusi atau berpartisipasi terhadap Pemkab Purwakarta dipanggil dan diajak berkomunikasi.

“Tapi Kabag Umum yang sekarang jangankan mau membayar hutangnya atas nama Pemkab Purwakarta, mengajak bicara dengan para pengusaha pun tidak ada. Malahan, sekarang ini bagian umum membawa pengusaha dari luar. Sementara para pengusaha yang sudah berkontribusi ditinggalkan begitu saja,” jelas pengusaha yang lain. (Vans)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here