PURWAKARTA, (BPK).- Mantan Ketua DPD Pengajian Al-Hidayah Purwakarta, Henny Yuliana Darmawan “diam seribu bahasa” saat dikonfirmasi terkait penunjukan SK DPC Al-Hidayah.

Pernyataan Asosiasi Camat (Asmat) Purwakarta beberapa waktu lalu yang mengaku penunjukan jabatan camat sebagai pembina Al-Hidayah, menjadi polemik kebenarannya.

Namun saat wartawan media beritapemberantaskorupsi.com (BPK) mengkonfirmasi Henny Yuliana Darmawan, panglima Golkar LM langsung murka. Ada apa ini?

Pada hari Senin (16/10/2023) pukul 10.35 WIB, wartawan media BPK meminta klarifikasi terkait pernyataan Asosiasi Camat (Asmat) Purwakarta yang merasa dijebak oleh DPD Al-Hidayah.

Namun, beberapa pertanyaan dan penjelasan hingga pukul 11.12 WIB hanya dijawab “Waalaikumsalam, nuhun”.

Akan tetapi, buntut dari chat media BPK ini, ada seseorang yang menelepon wartawan BPK yang mempertanyakan apa kalimat BPK adalah bapak beliau?

“Jika konfirmasi jangan membawa-bawa nama media bapak beliau,” katanya.

Sang wartawan pun menjawab:

“Saya sudah terbiasa konfirmasi dengan menyingkat nama media saya, yakni berita pemberantas korupsi (BPK),” ujarnya.

Mungkin terjadi salah persepsi pada kolom “media BPK”. Henny menyangka BPK adalah bapak dan langsung mengadukannya ke LM jika dirinya dikonfirmasi media bapak beliau.

Entah bapak siapa yang dimaksud? Sebab media hanya menjalankan tugas sosial kontrol yang kadang-kadang isi tulisannya disalahpikirkan pembacanya.

Oleh karena itu, sanggahan mantan ketua Al-Hidayah, Henny Yuliana sangat dibutuhkan agar kebenaran bisa terbuka. (Vans)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here