PURWAKARTA, (BPK).- Jabatan identik dengan fasilitas dan kekuasaan. Jabatan Sekda diberikan fasilitas sebagaimana layaknya, dan kekuasaannya tentu memiliki keleluasaan untuk melakukan sesuatu yang diinginkan.

Termasuk penambahan fasilitas kendaraan, sekalipun tidak relevan dengan bentuk dan peruntukannya.

Hal tersebut diungkapkan pengamat Kebijakan Publik Purwakarta, Agus Yasin, Selasa (9/5/2023).

Agus menyikapi dugaan diselipkannya pembelian mobil Triton untuk fasilitas sekda, saat pembelian 17 unit Mobil Mitsubushi Xpander untuk para Camat, perlu perlu menjadi pertanyaan dan evaluasi bagi pihak DPRD.

Karena dilihat  sisi manfaat serta urgensinya tidak lebih sekedar penghamburan anggaran.

Menurut Yasin, secara moral juga bisa dianggap melukai perasaan masyarakat, di tengah banyak infrastruktur yang rusak belum teratasi. Sementara sekda malah diberi tambahan fasilitas kendaraan.

“Apakah ini untuk menyindir masyarakat ? Biar saja banyak jalan yang rusak, tapi Sekda bisa menikmati dengan menggunakan Mobil Triton untuk melewatinya,” katanya.

Pertanyaan lainnya, seperti apa moral pejabat tertinggi birokrasi itu dengan kondisi keuangan daerah saat ini. Ditanya modal pembangunan alasannya belum ada anggaran, namun untuk pembelian fasilitas jabatannya cukup lancar.

“Ini bukti, bahwa patologi birokrasi di Purwakarta takan bisa terkikis. Yang semakin tidak terbantahkan, menyangkut deviasi dan demoralisasi selama ini,” ujarnya.

Maka dengan hal itu DPRD harus melakukan pengawasan lebih melekat, terkait pengelolaan anggaran Pemda yang diduga ada praktek “selap selip” untuk pembelian kendaraan.

Selap Selip” Sewa Printer Bapenda

Seperti halnya anggaran “selap selip” sewa printer sebesar Rp. 100.000.000,00, di pos anggaran Bapenda yang diduga juga telah dibelanjakan.

“Persoalan ini mungkin akan nenjadi temuan, namun sangat pesimistis APH melakukan tindakan sesuai keharusan terhadap penyalahgunaan wewenang dan penyelewengan anggaran di Purwakarta sejauh ini. Terhadap pihak pihak yang bisa memberikan kenyamanan,” tuturnya.

Ketika dimintai hak jawabnya, seperti biasa Sekda Purwakarta, Norman Nugraha kembali bungkam dan tidak membalas pesan WhatsApp yang dikirim wartawan beritapemberantaskorupsi.com (Vans)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here