LAHAT, (BPK).- Kota Seribu satu Megalite dikenal sebagai Kota Wisata itulah yang pantas di juluki untuk Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan,karena banyak Wisatawan lokal dan Wisatawan Luar yang berdatangan,didukung dengan kekayaan sumber daya Alam penghasil ribuan Ton Batu Bara,ratusan Ton Kelapa Sawit bahkan salaha satu Kabupaten Penghasil Gas Alam,untuk perkebunan Kabupaten Lahat memiliki kekayaan penghasil Kopi dan Kelapa Sawit.

Ironisnya Kabupaten Lahat justru terdata dari Rilisan BPS Kabupaten yang termiskin di Provinsi Sumatera Selatan,bahkan sejak tahun 2018 Kabupaten Lahat bertahan di posisi Kabupaten termiskin ke Dua diSumatera Selatan.

H ZAINAL ARIPIN HULAP.S.IP Kordinator Wilayah/ Dewan Pimpinan Wilayah Watch Relation of Corruption Pengawas Aset Negara Republik Indonesia (WRC PAN RI) 28-03-2022 angkat bicara,Kabupaten Lahat memiliki APBD sangat besar dibanding Kabupaten Lain bahkan banyak menghasilkan Sumber Daya Alam,fakta dilapangan berbanding terbalik dengan keadaan masyarakat yang mayoritas miskin,seharusnya Pemerintah Kabupaten Lahat menjadikan ini sebagai bahan evaluasi Besar untuk mencari jalan keluar agar Kabupayen Lahat terbebas dari Kabupaten Termiskin di Sumatera Selatan,Pemerintah Kabupaten Lahat seharusnya tanggap dan Cakap terutama Bupati Lahat untuk menyikapi permasalahan ini agar terlepas ,terbebas dari Kabupaten termiskin di jadikan Kabupaten terkaya diSumatera Selatan sesuai fakta penghasil sumber daya. alam terbesar dan hasil perkebunan yang melimpah,jangan terkesan Pemerintah Khususnya Bupati Lahat tidak ada kinerja “ujarnya”.

HERI AS Ketua Dewan Pimpinan Daerah Watch Relation of Corruption Pengawas Aset Negara Republik Indonesia(WRC PAN RI ) saat diminta tanggapan dengan permasalahan ini 28-03-2022 mengatakan,Kabupaten Lahat dengan Sumber Daya Alam yang banyak jika dikelola dimanfaatkan secara baik dan benar masyarakat pasti sejahtera dan terhindar dari kemiskinan,bukan dikelola oleh oknum oknum demi kepentingan memperkaya diri sendiri seperti halnya Emas Hitam/Batu Bara hanya untuk kepentingan oknum oknum masyarakat Kabupaten Lahat hanya mendapatkan Debu Batu Bara yang mungkin dari debu tersebut menghasilkan virus-virus berbahaya yang dampaknya akan dirasakan masyarakat Kabupaten Lahat beberapa tahun kemudian,mungkin masyarakat yang terdampak debu akan mengidap penyakit Polip/Sinusitis,”katanya”.

Untuk itu Kepada Pemerintah Kabupaten Lahat memperkuat sumberdaya manusianya agar mampu mengelola sumber daya Alam diKabupaten Lahat dengan baik,”tambahnya”. (NITA YUPIKA/TEAM)

LEAVE A REPLY

Please enter your name here
Please enter your comment!