PURWAKARTA, (BPK).- Gonjang ganjing dana anggaran Virus Covid-19 bulan Maret 2020 sebagai Bencana Nasional. Hal tersebut langsung dibawa pengawasan presiden JOKO WIDODO. Ironisnya Gerombolan pejabat bajingan tidak mengindahkan program bencana nasional Covid 19 . Diduga keras dana penenggulangan Covid 19 Purwakarta dibuat Bancakan oleh gerombolan pejabat bajingan Purwakarta yg tidak mau transparan terkait kucuran dana Covid 19.yg menjadi Gonjang ganjing pertanyaan di kalangan wong cilik. Sehingga berita ini di muat apa adanya.

Terkait penggunaan anggaran baik Pemerintah Pusat maupun Daerah dialihkan untuk pencegahan dan penanganan Virus Covid-19.Demi untuk kepentingan keselamatan nyawa Masyarakat Kabupaten Purwakarta yang saat ini,

Sedang gencar gencarnya dalam pembicaraan terkait Anggaran Covid 19 Purwakarta ,banyak mengenai pasien yang meninggal dunia,

Apakah korban terkena Covid 19 ini mendapatkan santunan atau tidak dari Pemerintah Pusat, atau Daerah ?…….,………
yang sampai saat ini rumor yang beredar ada yang mengatakan mendapatkan Uang Santunan dengan biaya Rp.10 jt/ Rp.15 jt.setiap pasien yang meninggal dunia virus Covid 19.

Hal ini,masih banyak teka teki terhadap masyarakat Purwakarta, yang beredar dalam pembiayaan tersebut, apakah korban terkena virus Covid 19 di biayakan oleh pemerintah,

atau pribadi,ungkap salah satu Warga yang tidak mau disebut kan namanya, lanjutnya, salah satu contoh dugaan di RS ada biaya mobil ambulance dan pemakaman tersebut

Namun,Seperti halnya informasi yang didapat oleh awak media terjadi pemotongan anggaran kegiatan Dinas – Dinas di Kabupaten Purwakarta yang dialihkan kepada penanganan dan pencegahan Covid-19 Indra Irawan selaku penasehat IWO Indonesia Kabupaten Purwakarta mempertanyakan kemana selama ini anggaran yang dialihkan oleh Dinas – Dinas pada Penanganan dan Pencegahan Covid-19 di Kabupaten Purwakarta.dan berapa besar hasi penarikan dana dari para dinas di pemkap Purwakarta tegas Irwan

“Tim Satgas Covid-19 kabupaten Purwakarta setiap ditanyakan selalu mengatakan keterbatasan biaya Dll,

Hal itu mana yang benar, sedangkan informasi yang kami dapatkan hampir setiap Dinas di Kabupaten Purwakarta terjadi pemotongan anggaran untuk Covid”ungkap Indra pada Awak media, Kamis(22/04/2021).

Lanjutnya,Indra pun meminta kepada baik pemkab maupun Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Purwakarta untuk transparan mengenai penggunaan anggaran selama ini.

Ironisnya,”Ini tidak sinkron, saya selaku penasehat IWO Indonesia DPD Kabupaten Purwakarta meminta kepada Tim Satgas Covid-19 untuk transparansi pada penggunaan anggaran penanganan dan pencegahan Covid-19, Diduga jangan jadikan Covid-19 ini sebagai ajang meraup keuntungan”tegas Indra.

Saat awak media coba konfirmasi kepada H Wahyu Wibiesono selaku Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Purwakarta enggan memberikan keterangan terkait penggunaan anggaran untuk penanganan dan pencegahan Covid-19 di Kabupaten Purwakarta.

“Kalau mengenai anggaran saya tidak tau, tugas saya hanya surat menyurat saja”kata Wibie saat ditemui diruangannya, Jumat(23/04/2021) Tempat berbeda Ali Sopyan DPP WRC , Menurut nya,mekanisme distribusi alat material kesehatan tidak pernah dibuka untuk umum . Lanjut Ali Sopyan diminta jajaran Tipikor Mabes Polri agar dapat mengusut tuntas adanya Dugaan penyimpangan dana Anggaran Virus Covit 19 di purwakarta yg dibuat Bancakan olek Gerombolan pejabat bajingan

Termasuk juga dana hibah atau donasi. Gugus Tugas Covid-19 membuka untuk dana hibah, hingga saat ini dana itu juga tidak dibuka berapa banyak, dari mana saja sumbernya, dan penggunaanya untuk apa. “Rinciannya tidak dijelaskan tegas Ali

Hingga berita ini dimuat Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Purwakarta Anne Ratna Mustika belum dapat dikonfirmasi.

Akhirnya Berita ini diturunkan apa adanya,Bersambung ke Edisi selanjutnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here