PURWAKARTA, (BPK).- Gedung Bale Madukara yang diresmikan akhir bulan Desember 2020 mulai amburadul. Pada Minggu (8/2/2021) sore, plafon lantai 2 dan tiga bangunan megah yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 4 miliar ini, ambruk.

Menurut salah seorang masyarakat, PT Diori sebagai kontraktor diduga tidak menjalankan pekerjaan sesuai spesifikasi.

“Buktinya, baru satu bulan lebih launching plafon sudah jebol. Kenapa bisa seperti itu? Tentunya karena pengerjaannya diduga asal-asalan,” katanya.

Ketika dikonfirmasi, Direktur PT Diori, Hera mengaku tidak tahu ambruknya plafon Bale Madukara.

“Itu ada yang bocor? Nanti saya cek ke lokasi,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Purwakata, Dian Andriansyah menjelaskan, PTSP tidak mengetahui tersebut pembangunan bale madukara.

“Pekerjaan yang plafon yang ambruk bukan bagian dari kegiatan PTSP tahun 2020. Karena pekerjaan kita, hanya mengisi interior dan jaringan IT. Kejadian tersebut akibat dari rembesan dan limpasan air hujan dari atap dak beton, akibat curah hujan yang tinggi.PTSP akan memperbaiki pemeliharaahan di tahun 2021. Karena di PTSP tahun 2020 tidak ada anggaran pemeliharaan,” ujarnya. (Vans)

LEAVE A REPLY

Please enter your name here
Please enter your comment!