Pembangunan Rumah Sakit Corona Covid-19 di Pulau Galang (Dok. Kementerian PUPR).

Jakarta, Berita Pemberantas Korupsi – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat pembangunan fasilitas observasi, penampungan, dan karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular, khususnya virus corona (Covid-19) di Pulau Galang, Kepulauan Riau. Saat ini, progresnya sudah mencapai hampir selesai.

Lokasi yang dipilih untuk pembangunan fasilitas tersebut yakni di eks pengungsi Vietnam dan area pengembangan yang berjarak 60 km dari Bandara Hang Nadim dan 56 km dari Kota Batam. Tempat ini memanfaatkan lahan seluas 20 hektar dari total luas area 80 hektar.

Rencana kapasitas tampung sebanyak 1.000 tempat tidur untuk fasilitas penampungan, karantina, observasiterhadap lenyakit yang disebabkan virus corona. Pada tahap pertama dibangun fasilitas dengan daya tampung 360 tempat tidur, dan tahap kedua sebanyak 640 tempat tidur.

Pembangunan fasilitas observasi penyakit menular di Pulau Galang dibagi menjadi 3 Zonasi, yakni Zona A meliputi gedung penunjang seperti mess petugas, dokter dan perawat, gedung sterilisasi, gedung farmasi, gedung gizi, laundry, gudang, dan power house.

Untuk progres konstruksi, mess perawat saat ini sudah sekitar 80 persen, mess petugas 80 persen, dan mess dokter 80 persen. Selanjutnya untuk gedung sterilisasi saat ini progres konstruksinya sudah 97 persen, gedung farmasi 97 persen, gedung gizi 97 persen, gedung laundry 97 persen, gudang 97 persen, dan power house 97 persen.

 Zona B meliputi fasilitas penampungan dan fasilitas pendukung seperti ruang isolasi, ruang observasi, laboratorium, ruang sterilisasi, GWT, Central Gas Medik, instalasi jenazah, landasan helikopter (helipad), dan zona utilitas. Material modul panel yang telah dikirim dari Jakarta saat ini sudah selesai dipasang sebanyak 4 modul untuk ruang observasi berkapasitas 5 tempat tidur.

Pada tahap awal akan dibangun dua gedung bertingkat 2 berada di Zona B, yang terdiri dari fasilitas observasi, penampungan, karantina (termasuk isolasi) terdiri dari ruang observasi dan ruang isolasi untuk Intensive Care Unit (ICU) dan untuk non-ICU.

Saat ini progres pembangunan gedung isolasi ICU (20 bed) mencapai 71 persen, gedung observasi 1 (50 bed) sebesar 56 persen, gedung observasi 2 (50 bed) sebesar 59 persen, gedung observasi 3 (240 bed) sebesar 64 persen, dan penataan kawasan 70 persen. Sedangkan untuk pembangunan landasan helipad saat ini progres fisiknya sudah rampung 100 persen.

Selain itu, di sekitar fasilitas utama juga akan dilengkapi ruang tindakan, ruang penyimpanan mobile rontgen, ruang laboratorium, dapur, renovasi bangunan eksisting untuk bangunan penunjang, fasilitas air bersih, air limbah, drainase, sampah, dan utilitas lainnya. Serta ruang alat kesehatan ruang isolasi dan observasi.

Sementara untuk Zona C disiapkan untuk tahap berikutnya, menyesuaikan kebutuhan dengan memanfaatkan cadangan lahan yang tersedia di Pulau Galang. (*/RED)

LEAVE A REPLY

Please enter your name here
Please enter your comment!